Your browser (Internet Explorer 6) is out of date. It has known security flaws and may not display all features of this and other websites. Learn how to update your browser.
X

BBS Produksi Tepung dari Singkong

sumber

 

Berbagai terobosan dilakukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, PT. Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) untuk mendukung lumbung pangan negeri. Salah satunya adalah memanfaatkan pabrik pengolahan jagung di Desa/Kecamatan Dander menjadi pabrik pengolahan singkong yang memproduksi tepung kasava. Rabu (13/11/2013) pukul.11.00 wib

“Baru sekitar empat bulan kita mulai memproduksi tepung,” kata Leader Divisi Agrobisnis PT. BBS, Nikita Gabbie Putri pada Berita bojonegorokab.go.id.

Keberadaan pabrik itu menjadi harapan baru bagi petani singkong di Bojonegoro. Sebab selain hasil panen petani akan ditampung, juga mengangkat nilai jual singkong. Apalagi produksi tepung kasava Bojonegoro banyak diminati pasar. Saat ini pabrik itu mampu memproduksi 1 ton tepung kasava.

“Sementara ini pemasarannya baru ke Sidoarjo dan Mojokerto. Tapi kita juga sedang melakukan penjajagan ke luar negeri,” kata lajanga Lulusan Institute Pertanian Bogor (IPB) itu.

Untuk bahan baku, BBS membeli singkong hasil petani Bojonegoro. Dengan harga Rp1600- Rp2100 per kilo gram (Kg). Singkong tersebut sudah dalam bentuk gaplek dengan kadar air di bawah 15 persen.

“Berapapun jumlahnya, kita akan beli. Karena tujuan pabrik ini untuk menampung hasil produksi petani,” tegas Nikita.

Menurut dia, kualitas singkong Bojonegoro khusunya wilayah Kecamatan Sekar dan Gondang sangat bagus dibanding dengan singkong dari Kabupaten Tuban. Karena jika diolah dapat menghasilkan tepung standar B plus yang jauh diatas pakan ternak. Tepung itu dijual dengan harga Rp 300 ribu/kg.

“Sebenarnya banyak perusahaan yang ingin bekerja sama untuk membeli hasil tepung dari kita. Namun kita belum bisa memenuhi permintaan karena masih minimnya bahan baku,” ungkap Nikita.

Untuk meningkatkan bahan baku, BBS saat ini tengah melakukan beberapa upaya. Diantaranya mengumpulkan petugas penyuluh lapangan (PPL) di masing-masing kecamatan untuk mengembangkan singkong. Selain itu melakukan kerja sama dengan perhutani dan Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro dalam budidaya singkong.

Untuk kerja sama dengan Perhutani saat ini mulai dikembangkan tanaman singkong jenis UJ – 5 dilahan seluas 10,5 hektar. Sedangkan dengan Disperta dikembangkan singkong jenis Adira dilahan seluas 15 hektar yang tersebar di 7 lokasi.

Yakni Kecamatan Ngambon, Margomulyo, Bubulan, Dander, Ngasem dan Gondang. Keunggulan singkong Adira ini, selin cocok dengan jenis tanah Bojonegoro yang mengandung HCM 68 mg/100gm, produksinya 1 hektar bisa mencapai? 40 sampai 60 ton dengan sistim double row.

“Kita harapkan dengan semkin banyaknya petani yang menanam singkong stok kita juga akan semakin banyak. Sehingga bisa mencukupi permintaan,” kata Nikita.

Selain memproduksi tepung kasava, BBS juga memproduksi jangel (tongkol) jagung untuk campuran pakan ternak. Namun produksi yang dilakukan berdasarkan permintaan. Rata-rata produksi yang dihasilkan sebanyak 3 ton/minggu.

“Untuk produksi ini kita kirim ke Blora dan Pati,” sergah Nikita.

Tak hanya itu, BBS juga memproduksi Kompos dari bahan baku daun jati kering yang difermentasi kemudian di pes menjadi 20 kg-an.

“Dalam waktu dekat ini kita akan melakukan pengiriman dua kontainer ke Jepang,” pungkas Nikita. (Dwi/kominfo)

Permintaan Data-Data Pengusaha Lokal

Sebagai bagian dari usaha kami untuk mengoptimalkan Kandungan Lokal dalam proyek-proyek pengembangan lapangan migas di Kabupaten Bojonegoro, PT Bangkit Bangun Sarana sebagai BUMD Kabupaten Bojonegoro mengundang para pengusaha lokal di Bojonegoro untuk melengkapi data-data perusahaan yang diperlukan, minimal sebagai berikut

•    Akta Pendirian Perusahaan, SIUP, TDP, SIUJK, NPWP dan SBU (jika ada) (untuk Kontraktor)
•    Akta Pendirian Perusahaan, SIUP, TDP dan NPWP (untuk Pemasok Bahan Bangunan)

Undangan pendataan ini dimaksudkan dan akan sangat membantu kami dalam optimalisasi kandungan lokal di proyek-proyek yang sedang ataupun akan berlangsung di Kabupaten Bojonegoro.

Data-data perusahaan dapat dikirimkan langsung ke alamat kami sebelum 15 Februari 2012

PT Bangkit Bangun Sarana
BUMD Kabupaten Bojonegoro
Jalan Diponegoro 38
Bojonegoro 62115

(Catatan: Bagi pengusaha lokal yang sudah menyerahkan data-datanya ke PT BBS, tidak perlu mengirim ulang)

250 Hektare disiapkan untuk bangun Bandara Bojonegoro

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah menyiapkan alokasi dana Rp300 miliar dan lahan seluas 250 hektare di tiga lokasi untuk realisasi proyek pembangunan lapangan terbang daerah itu. Bupati Bojonegoro, Suyoto mengatakan pihaknya sangat serius untuk segera membangun proyek lapter di wilayahnya.

Dia menjelasksan bahwa proses pembicaraan dengan stakeholder penerbangan udara khususnya Kementrian Perhubungan telah tuntas, kini akan dilakukan studi kelayakannya. Intinya proyek ini segera dibangun, katanya, namun semua menunggu kebijakan dari pemerintah pusat. “Termasuk langkah memasukkan proyek lapter Bojonegoro dalam grand desain-nya proyek strategis nasional,” kata Suyoto seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank Jatim, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, hari ini.

Suyoto menerangkan pihaknya telah menyiapkan sejumlah perangkat khususnya BUMD yang nantinya menegrjakan proyek lapangan terbang itu.

“Proyek lapangan terbang ini menjadi sangat khusus karena akan dikerjakan oleh BUMD Kab. Bojonegoro. Untuk pendanaan juga dari internal [Pemkab Bojonegoro] dengan telah menyiapkan alokasi Rp300 miliar,” tegasnya.

Khusus untuk lokasi, lanjut dia, pihaknya memberikan tiga alternatif lokasi dan semuanya nantinya akan disurvei oleh Kemenhub untuk dipilih berdasarkan kelayakannya.

“Luas lahan yang disiapkan mencapai 250 hektare dan lokasinya ada tiga yaitu di ada tiga lokasi yang di Kalitidu, Dander dan Temayu. Lokasi pasti ditentukan Kemenhub,” ujarnya.

Secara khusus Suyoto menggambarkan bila lapter itu akan didesain untuk bisa didarati pesawat sekelas Boeing 737-400.

“Runway-nya disiapkan sepanjang 2.000-2.500 meter, meski kedepan bila dilihat prospektif dapat diperpanjang agar bisa didarati pesawat berbadan besar,” tegasnya.

Data yang dihimpun Bisnis, pengembangan Bandara Bojonegoro ini merupakan bagian dari tiga lapter yang didorong untuk dibangun oleh Pemprov Jatim. Dua bandara lainnya yaitu Bawean, Kab. Gresik dan Ponggok, Kab. Jombang.

Ketiganya merupakan bagian dari sembilan bandara yang dipersiapkan guna mewujudkan program citylink atau penerbangan antarkota di Jatim.

Ke-6 bandara lainnya yaitu Bandara Jauanda (Surabaya), Bandara Abdurrahman Saleh (Malang), Bandara Notohadinegoro (Jember), Bandara Blimbingsari (Banyuwangi), Bandara TNI Iswahyudi (Madiun) dan lapter perintis Trunojoyo (Sumenep).

Penginapan Milik PT BBS – PT. EDBS Diresmikan

gunting pita

Bupati Bojonegoro Suyoto, berkenan meresmikan tempat penginapan “The Residence Dormitory” milik PT. Bangkit Bangun Sarana (BBS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bekerjasama dengan PT. Etika Dharma Bangun Sarana (EDBS), di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Senin (12/04/2010).

Hadir dalam peresmian itu, Wakil Bupati Bojonegoro Setya Hartono, Muspida, Presiden and General Manager MCL, Kenneth Dowd, jajaran direksi PT BBS dan PT EDBS, beberapa investor, pejabat Pemkab, Muspika Kalitidu dan Ngasem, serta tokoh masyarakat.

Bupati Suyoto menyatakan, keberadaan Ladang Migas Blok Cepu di Kecamatan Ngasem, ini mampu menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan investasinya di Bojonegoro. Salah satunya adalah PT. EBDS yang sudah melakukan kerjasama dengan PT. BBS, BUMD Bojonegoro, dalam pembangunan penginapan.

“Ini sebagai wujud kerjasama antara investor dan pemerintah daerah (melalui BUMD) dalam menunjang kegiatan di Blok Cepu,” kata Bupati Suyoto pada www.suarabanyuurip.blogspot.com, disela-sela peresmian penginapan.

Bupati menegaskan, selaku daerah yang memiliki tambang emas hitam, Pemkab Bojonegoro akan mendukung sepenuhnya kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi migas di Bojonegoro. Baik mengenai perijininan maupun masalah social masyarakat.

“Karena itu harus ada kerjasama yang baik antara semua pihak, baik dengan investor maupun masyarakat local. Sehingga kegiatan dapat berjalan lancar sesuai harapan bersama,” ungkap Suyoto.

Direktur GO PT.BBS Medug Sugianto menambahkan, bahwa penginapan ini dibangun diatas lahan seluas 4 Hektar (Ha). Pembangunan penginapan mewah di pinggir jalan raya Bojonegoro – Cepu, ini menelan biaya sebesar Rp. 6 milyar.

“Ini merupakan salah satu strategi kami dalam memberikan pelayanan jasa melalui kerjasama dengan investor,” sambung Medug Sugianto.

Menurut Medug, sebagai salah satu BUMD Bojonegoro yang berdiri pada 2006 dan mulai beroperasi 2007 silam, PT. BBS akan terus berupaya menjalin kerjasama dengan investor Migas di Bojonegoro. Salah satunya adalah dengan menyiapakan dan memberikan fasilitas untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan eksplotasi Migas Blok Cepu.

“Mudah-mudahan dengan adanya fasilitas ini bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi investor. Sehingga mereka tak usah jauh-jauh menginap di Cepu, Kabupaten Blora,” pungkas Medug. (Suara Banyuurip)